Feeds:
Posts
Comments

GG to CH (1 min)

31 Oct 08


 

Maximum Load

(N)

Tensile strain at Maximum Tensile extension

(mm/mm)

Tensile strain at Maximum Load

(mm/mm)

1

—–

0.39098

0.06800

2

—–

0.10780

0.08964

3

—–

0.15119

0.12541

4

—–

0.06623

0.02816

5

—–

0.14224

0.12579

Maximum

—–

0.39098

0.12579

Mean

—–

0.17169

0.08740

Minimum

—–

0.06623

0.02816

Standard Deviation

—–

0.12706

0.04126

 

Tensile stress at Maximum Load

(MPa)

Extension at Maximum Load

(mm)

Modulus (Automatic Young’s)

(MPa)

1

11.27878

3.40006

260.05842

2

19.56905

4.48188

397.38941

3

12.21058

6.27028

152.94058

4

8.51364

1.40788

461.20974

5

27.01479

6.28972

298.43732

Maximum

27.01479

6.28972

461.20974

Mean

15.71737

4.36997

314.00709

Minimum

8.51364

1.40788

152.94058

Standard Deviation

7.52262

2.06300

120.12132

 

Maximum Load

(N)

Tensile strain at Maximum Tensile stress

(mm/mm)

Maximum Tensile stress

(MPa)

1

22.27559

0.06800

11.27878

2

42.56268

0.08964

19.56905

3

29.00013

0.12541

12.21058

4

14.89886

0.02816

8.51364

5

49.30199

0.12579

27.01479

Maximum

49.30199

0.12579

27.01479

Mean

31.60785

0.08740

15.71737

Minimum

14.89886

0.02816

8.51364

Standard Deviation

14.19659

0.04126

7.52262

 

 

Last night I bought a DSLR camera, canon 1000D with 2 lens, 15-55mm and 75-300mm with the price tag is AUD 8xx.xx. That price I got quite cheap, compared to one more camera, same brand, with one len, 15-55mm at AUD 800. So, i’m lucky to win that bid.  I’m so excited then browsed the internet to get a better infos about handling SLR camera. Then, I found one e-book, with 350 pages explained all about the ISO setting, aperture, shutter speed, best angle, shadow, and many more explanations. I just got to read for a first page about an introduction because I need to focus on my reports writing again. I will read it on this weekend. Enjoy..to be a photographer…hehehe..

Someone interested to get a copy of that e-book, please do not hesitate to email me k..

Carbon Nanotubes, 1, 2007

Buku ini menerangkan berkenaan dengan CNT. Beberapa topik yang dibincangkan adalah introduction, struktur dan symetry, electronic properties of CNT, optical properties, electronic transport, elastic properties, raman scattering,  and vibrational properties. Buku ini lebih kepada pengiraan atau fundamental bagi SWNT.  Sejarah ringkas, ianya dijumpai secara tidak sengaja oleh Iijima dlm bentuk MWNT pada tahun 1991 dan SWNT 2 tahun selepas itu. Kajian CNT sedang giat dijalankan sama ada dalam theoritical, fundamental physical properties and potential applications. Terdapat beberapa cara penghasilan CNT like laser ablation, high-pressure CO conversion (HiPCO), arc-discharge and etc.

There are a lots of things I need to understand about CNT, and from this book I understand a little bit about how to measure diameter, length and structure of CNT. A few types of symmetry, maybe are circumference, armchair and zig-zag patterns. The values of teta, Q ranging from 0, 30, 60 can give initial ideas what the structure will look like. Brillouin zone is one term that I don’t understand yet.

 For overall, this book very good to understand the fundamental of CNT, if we interested to explain details about atom, electron interaction. And of course, it will make you headache, and depressed to understand well. Informations about Raman Spectro is quite good, explain about wavelength, intensity, etc.

S.Reich, C. Thomse, J. Maultzsch, Carbon Naotubes, Basic Concepts and Physical Properties, 2004, Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim. ISBN 3-527-40386-8.

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu  berkata, “Saya ada satu permainan… Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat pemadam ini, maka katalah “Pemadam!”

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, “Baik  sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah “Pemadam!”, jika saya angkat pemadam, maka katakanlah “Kapur!”. Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. “Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh- musuh
kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi
bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu  akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.

“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain.” “Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan.
Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham cikgu…”

“Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan. “Cikgu ada Qur’an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah bagaimana caranya mengambil Al-Qur’an yang ada di tengah tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat dan lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Al-Qur’an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.”Murid-murid, begitulah umat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh
Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak se dar.

“Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara mereka… Dan itulah yang mereka inginkan.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita…”

“Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?” tanya murid- murid. “Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi  sekarang tidak lagi.” “Begitulah Islam… Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar”.

” Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik tat kala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya…

“Life is Short”

Sedarlah kawan-kawanku semua, hidup ni sangat singkat, janganlah kita menyia-yiakan tempoh kehidupan kita kini, membuatkan kita menyesal dikemudian hari…sesal kemudian tiada gunanya lagi..

Cuba kita renungkan, jikalau kita tanya diri kita berapakah umur kita sekarang, adakah hidup kita sempai sekarang adalah terlalu lama..bukankah kita akan merasakan hidup kita adalah singkat..sangat singkat…fikir-fikirkanla…